Aku ikut mengisur burung, sementara mataku mengiringi kepulangan abang beradik itu meniti pematang sawah.“Tini sudah besar dan sudah gadis ya mBok…” kataku membuka pembicaraan. Nampaknya meraka sudah tak perduli lagi kepada sekelilingnya. Bokep live Tini dihamili oleg Gimun abang kandungnya sendiri, kata mereka. Tini dan Gimunnpulang ke rumah, sedang ibu mereka mengusir burung. “Ya sudah. Ibu Gimun seperti tersentak dan wajahnya pucat pasi. Simbok lagi lagi mengusir burung seakan tidak mendengar ucapanku. Tini dan Gimunnpulang ke rumah, sedang ibu mereka mengusir burung. “Ah…Kang…aku sudah …”
Gimun langsung merebahkan adiknya di tanah, lalu Gimu menggenjotnya dari atas. Setelah itu, aku juga mulai mengendap-endap mendekati. Mulanya dia meronta-ronta. Aku menyeberangi sungai itu dengan harapan bis memancing di sebuah lubuk seperti apa yang selalu kulakukan setiap kali pulang ke kampung halaman. Gimun berjalan tenang dan aku membuntutinya dengan mataku dari kejauhan. Tapi aku mengatakan, antar aibu dan kasih sayang anak. Saat aku duduk di sela-sela batu menyiapkan pancingku serta umpan, aku melihat sepasang anak mengendapendap di pematang sawah di ketinggian.















