suara Bagas meninggi sambil tetap mengikat kedua pergelangan tanganku erat-erat dan menyatukannya dengan kursi. Tanya Pak Darmawan.Aku tidak menjawab.Ditanya tuh jawab, bego! Bokep jepang Aku juga mengenakan blazer walaupun hanya memakai tank top sebagai dalaman. Tubuhku yang kecil diseret paksa oleh ketiganya ke dalam sebuah kamar tidur berukuran besar.Nah, sekarang iket tuh lonte di kursi.Aku merinding sejadi-jadinya. Duh, mulai dari mana yaMasalah tugas akhir?Iya, Pak. Masuk sini.Iya, Pak.Berbanding terbalik dengan kebiasaannya di kampus, Pak Darmawan terlihat lebih santai di rumahnya.Sebentar ya, saya ambil minum dulu.Eh nggak usah Pak, saya nggak haus.Gak apa-apa, santai aja sama Bapak.Pak Darmawan kemudian pergi ke dapur, sementara aku melihat-lihat ke sekeliling ruang tamu. Gue cabut dulu.Setelah berpamitan dengan Pak Darmawan dan Gilang, Bagas keluar ruangan dengan berkas yang tadi kutandatangani. Panggil saya Tuan dan panggil Gilang Tuan Muda. Sementara itu, orang yang kuyakini sebagai Gilang berusaha menekan tubuhku hingga aku terduduk dan tidak bisa berdiri. Liat nih tas gue, lucu kan? Bagas mendecih meremehkan. Bagas tiba-tiba menyerahkan selembar kertas dan sebuah bolpoin ke hadapanku. Nggak mau gara-gara saya tua? Intinya, perjanjian tersebut berisi pernyataan bahwa aku bersedia menjadi budak seks Pak Darmawan dan Gilang selama enam bulan dan tidak memberitahukan masalah ini pada orang lain. Gilang ikut-ikutan mengompori.Dengan menahan malu, aku mengangguk pelan lalu menundukkan kepala.Jawab yang sopan,















