komedi gelap Gadis Toge Pamer Memek Jembut Lebat: satire, moral abu-abu, dan insiden kacau. Bokepviral Plus: penulisan licin. Minus: humor tidak untuk semua. Untuk selera khusus. Mulai.
Pemandangan yang indah sekali tetapi kali ini aku tidak mau lama-lama memandang, langsung aku berada diatasnya, kedua tangannya sudah kupegang dan tahan di samping kiri-kanan kepalanya. Dia menarik rambutku dan kepalaku dan mengarahkan kepalaku ke buah dadanya sebelah kanan. Gita mulai mencium leherku tapi itu tidak lama karena aku keburu membalik badanku. Lalu dia terdiam sambil menatapku yang juga terdiam, walaupun sebenarnya aku sedang terpana. Sampai akhirnya ia bertanya begini, “Wan, kalau kamu punya istri suka yang buah dadanya besar atau sedeng-sedeng saja?”. Aku masih diam dan setengah tidak percaya. Eeiittss.., ternyata aku juga cari kelas itu.., lalu aku jawab, “mm.., saya juga tidak tahu, mendingan cari sama-sama yuk”. Tiba-tiba saja Gita menarik kaosnya ke atas, dan langsung melemparkan ke atas tempat tidur. “sstt.., hh.., sstt..”, mulutnya berdesis seperti ular. Sewaktu sedang bingung-bingungnya tiba-tiba ada cewek yang menegurku, “Eh, tau kelas MI1-3 nggak?”. Entah kenapa hari ini dia mengajakku bercanda yang berbau porno terus, dari pagi hingga siang hari. “sstt.., hh.., sstt..”, mulutnya berdesis seperti ular. Aku mulai turun. Gerakannyapun berlawanan dengan gerakanku, setiap aku mendorong ke depan ia mendorong pantatnya ke arahku diiringi desahan dan leguhan dari mulutnya.















