Maya is bored as fuck. Her boy Chad isnt around to fuck her and shes hella horny, so she needs to find some other to do. Bokepviral She stumbles across a website called punishteens.com and sees some hot kinky that she would definitely want to try. She looks more into BDSM, and finds out about something called sensory deprivation. Its basically where you deliberately withhold senses to invoke fear and heighten sensation. Her pussy is dripping just thinking about it. When Chad gets home, Maya right away says she wants to do it and Chad is so down. He ties her up, blindfolds her, and pumps dark ambient music into her ears. He then crams his cock in her mouth, then they both really start to enjoy this. When chad finishes with her mouth, he is sure to duct tape it closed so she cant scream when he violently drills her pussy with his meaty dick. In the end, Maya got to live out one of her kinkiest fantasies and chad got to bust a nut on a girl who had no idea what was going on. I think they call that a win-win.
Setelah bunyi mesin mobilnya hilang dari pendengaran, bergegas aku menuju kamar mandi. Tamat Mbak mau pake apa ke sananya?”
“Ya pake taksi aja.”
“Sip deh! Orang tuanya di Amerika.”
“Terus?”
“Ya kita ketemuannya di rumah dia aja. Kukenakan celana jeans dengan t-shirt biru tua yang agak ketat. “Masa…?” sahutku terengah, karena entotan Toni terasa makin gencar. Lalu tanganku menyelinap ke balik celana dalamnya. Orangnya fair kok.”
“Terus?”
“Jujur, aku sudah bilang kapan-kapan mau numpang pake salah satu kamar di rumah dia. Apa kabar Mbak?”
“Baek. Keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan CD dan t-shirt. Diremas-remas dan digerakkan ke banyak arah. Maklum dia masih begitu muda, 19 tahun juga belum. Darahku tersirap-sirap waktu memegang batang kemaluan yang sudah tegang itu. aku tak menyangka akan terpuaskan oleh kedua orang ini. Jangan keliatan bareng perginya.”
“Baik, jam sembilan aku sudah stand by di rumah Reno. Kalau Mbak gak sreg ya cari alternatif lain.”
“Tapi kamu jangan bilang aku ini istri abangmu. O, my God! Kamu kangen ya sama aku?”
“Kangen sekali. Dengan mantap batang kemaluannya menggenjot liang kewanitaanku lagi. Aku tak pernah membayangkan akan ada batang kemaluan segede dan sepanjang ini.Aku mulai mengelus bagian kepala dan leher zakar Reno, sementara Toni tetap gencar mengenjotku. Come on…!”
Aku rada degdegan juga ketika kudengar pintu dibuka.
















