I saw dark-haired beauty Billie Star walking down the street today, so I stopped her and asked if she would like to be part of an experiment for the university. Bokep terbaru I paid her some money to flash her tits and ass at passing cars, then asked her if she wanted even more cash. We went off to an underpass and I paid Billie to suck my dick. My big cock made her horny, so Billie let me fuck her wet pussy, then stroked me off until I came on her face!
Tapi Bapak malah makin berani Dia mendekatkan mulutnya ke leherku..dan tiba2…
“hmmm….akkh…..bapak….geli tes Pak…”
Bapak mencium leherku…Hangat…
” Kamu suka..?”tanyanya. Dengan sigap Bapak menjilat vaginaku.. “Bapak…lepasin..jangan…” aku coba mengelak. Akupun senang jika ada lelaki yang memperhatikan tubuhku. Beberapa menit kemudian…aku merasa ada yg mau keluar dari vaginaku…
Aku mau mencapai klimaksku…
“ah….bapak…terus pak…enak pak…..”
“ahh….ssshh….bapak…tesa sayang bapak….”
“oooh….ahhh….sss…Bapak…tesa mau keluar pak..terus…jangan berhenti pak….ohhh…bapaaaaaaaaaaaaaaaakkkk…enaaakkkk bgt paaaaaaakkk……..”
sesaat aku lemas….aku merasakan kenikmatan yg luar biasa…. Akupun duduk dikursinya, Bapak bergeser kesamping dan duduk di kursi kecil disebelahku. Aku hanya diam. “Bapak….tesa mau liat penis Bapak….bole…?”
“Silakan sayang….saya kasih buat kamu…”
Aku mulai membuka celana Bapak, mengelus2 penisnya..mengocok2 penisnya,,,,sementara tangan Bapak meremas2 susuku…sambil sesekali dimasukkannya kedalam celanaku. Ini bisa sampai 2 atau 3 jam. “Tesa mau lagi pak..enak bgt….”
Tanpa dikomando, aku langsung menungging bertahan pada sisi meja. Bapak pun langsung menusukkan vaginanya dari belakang…. tanpa menunggu lama, kami sudah saling berciuman.Bibir Bapak mengulum2 bibir merahku, sementara lidah kami saling gulung. Bapak masih terus menggenjot vaginaku…
“bapak….terus pak…..enak bgt pak….tesa sayang bapak….”
“pak..remas susu tesa pak…remas…..main2in susu tesa pak….”aku memohon pada Bapak. Yang pasti…setiap hari, kami selalu bisa oral seks. “kamu isap lagi ya sayang…isap yang kencang….”kata Bapak sambil mengelus2 vaginaku yang banjir.
















