“Dasar muka nanas, kalo dia pacar gua udah gua hajar lo dari tadi!” gerutuku dalam hati.Setelah penisku dibersihkan Cicik, kuatur posisinya tengkurap di atas Pak Rendi, dan kumasukkan penisku ke duburnya, sungguh sempit liang anusnya itu hingga dia menjerit histeris ketika aku berhasil menancapkan penisku di sana.Kami bertiga lalu mengatur gerakan agar dapat serasi antara penis Pak Rendi di vaginanya dan penisku di anusnya. Bokepviral sore, mau lihat nilai ya?” tanyaku berbasa-basi.“Iya, kamu juga ya?” jawabnya dengan tersenyum manis.Aku lalu meneruskan mencatat jadwal SP, sementara dia sedang mencari-cari NRP dan melihat hasil ujiannya.“Sori, boleh pinjam bolpoin dan kertas? hmmpphh…” tangannya menggapai-gapai, dan matanya terbeliak-beliak nikmat.Kemudian Pak Rendi melepas penisnya dari mulut Cicik, lalu dia berbaring telentang dan menyuruh Cicik memasukkan penis yang berdiri kokoh itu ke dalam vaginanya. Saat itu waktu telah menunjukkan jam 17.35, di tempat parkir pun hanya terlihat 3-4 kendaraan.Aku segera memasuki gedung fakultasku, di sana lorong-lorong sudah gelap hanya diterangi beberapa lampu downlight, sehingga suasananya remang-remang, terkadang timbul perasaan ngeri di gedung tua itu sepertinya hanya aku sendirian, bahkan suara, langkah kakiku menaiki tangga pun menggema.















