Kan Spring bednya gede nih, bisa buat bertiga …,” kata Silva.Mereka merengek, aku pura-pura tidak mau. Bokep live Tabunganku di Amerika sudah jauh lebih dari cukup untuk hidup secara layak di Indonesia. Tina kembali melenguh kali ini lebih keras.Tanpa ada perlawanan berarti, aku meneruskan kenakalanku. AKu berbalik ke arah Silva dan menaruh tanganku ke paha mulusnya.Suara jam weker berdetak menambah sunyinya malam itu. Dada sedikit kendor. Biasanya 3-4 harian gitu bi. “Bi, suara apa itu?” Silvia langsung memelukku takut. Dalam remang-remang (apalagi di dalam selimut), tak kulihat jelas warna puting susunya. Aku? Ah, pemandangan indah lagi ketika aku mendapati dua gunung kembar Silva mengintip dari balik kaosnya yang agak longgar. BH renda warna putih itu melekat pas dengan bentuk susunya yang tak terlalu besar. Oke, sudah siap, tinggal buat cetakan. Mau dilanjutkan pijit bagian depan atau mau diselesain sekarang Non?” tanyaku biar kelihatan sopan. Silvia, yang dari tadi tekun menonton sinetron menjerit kecil.“Bi, takutttt …,” katanya sambil berjalan mendekati tempatku duduk. “Dulu bibi pernah diajari teknik mijit ini dari Mbah buyut bibi, namanya mbak Iro. Celana dalam tak cukup bagiku. Setelah itu, aku biasa memakainya, dan membawanya ke tempat-tempat ramai seperti mall, toko swalayan, gereja (ya,ya, aku memang gila), untuk mengetahui apakah orang bisa tahu apakah aku sedang menyamar atau tidak.















