Ibu jarinya mengurut-urut klitorisku dari atas ke bawah berulang-ulang. Gue kasih elu obat penghilang pusing.”Temanku itu memberikanku tablet yang berwarna putih. Bokep indo “Ini cewek lagi mabuk”, katanya kepada petugas keamanan diskotik yang menanyainya. Sejak saat itu aku bersumpah tidak akan pernah mau ke tempat-tempat seperti itu lagi.Sudah dua tahun berlalu aku dan ibuku hidup bersama dengan ayah dan adik tiriku, Rio, yang umurnya tiga tahun lebih muda dariku. Bahkan aku menjadi mahasiswi baru primadona di kampus.Akan tetapi karena pengawasan orang tuaku yang ketat, di samping pendidikan agamaku yang cukup kuat, aku menjadi seperti anak mama. Kehidupan kami berjalan normal seperti layaknya keluarga bahagia. Kurasakan ia memapahku keluar diskotik. Darah kelaki-lakiannya dengan cepat semakin tergugah untuk menggagahiku. Itupun masih jarang sekali.Bahkan ke diskotik pun aku hanya pernah satu kali. Rugi kan. Tampaklah pahaku yang putih dan mulus itu. Terasa suatu kenikmatan tersendiri pada syarafku ketika buah dadaku dipermainkan olehnya.“Don Ouuhhh Ouuhh” rintihku saat tangan temanku sedang asyik menjamah buah dadaku.Tak lama kemudian tangannya setelah puas berpetualang di buah dadaku sebelah kiri, kini berpindah ke buah dadaku yang satu lagi, sedangkan lidahnya masih menggumuli lidahku dalam ciuman-ciumannya yang penuh desakan nafsu yang semakin menjadi-jadi.Lalu ia menanggalkan celana panjangku. Semacam aliran aneh menjalari sekujur tubuhku.Antara sadar dan tidak sadar, kulihat temanku itu tersenyum.















