Kejadian itu pasti tdk pernah terlupakan seumur hidupku.Sekitar 20 m aku bolak balik dari pelataran paling bawah ke pelataran paling atas di terminal itu, bahkan hampir semua warung dan tempat duduk-duduk para penumpang bis aku intip tanpa ada rasa segan, meskipun aku tetap agak malu kalau-kalau ada penumpang dari kotaku asalku yg mengenal dan memperhaDinanku, yg bisa saja melaporkan sikapku itu pada istriku nanti. Sypun mengerti maksudnya. Bokep jepang “Yah, dan kamu Dina khan” aku balik bertanya dgn mengarahkan telunjukku pada wajahnya sambil kami tersenyum.Entah apa yg bergejolak di pikirannya saat itu, tp yg jelas aku rasanya ingin langsung memeluk tubuhnya, untung segera kusadari kalau tempat ini dihuni oleh banyak orang, yg tdk mustahil ada yg mengenal kami. Hanya dlm waktu sekitar 20 menit kemudian, aku tiba-tiba mendengar suara panggilan dari sebelah kiri di mana aku duduk dgn sedikit tertahan, “Halo-halo, eh-eh,” ternyata suara itu adalah berasal dari seorang gadis muda yg sedang menjinjing tas mahasiswa, yg nampaknya diarahkan padaku.Akupun segera berbalik ke arahnya, namun ia segera berjalan berputar di samping mobil yg ada di belakangku. iihh.. Dinapun mulai menggenjot terus dan kembali menimbulkan bunyi khas, bahkan kali ini ia berbalik membelakangi wajahku sehingga ia tertawa kecil melihat gerakannya pada cermin di sudut kamar itu.















