Aku hanya bisa menjelaskan pada ibu kalau aku sadar betul bahwa kriteria yang aku tetapkan agak sulit. Bokep terbaru Aku menggeser tubuh untuk menghadapnya, menatap wajah sesepupuku yang nampak bingung.Cuma kamu yang aku percaya. Ada sensasi di hatiku yang tidak aku mengerti. Aku merasa ada yang lain dengan anakku ini. Tapi aku tidak menghiraukannya, dan langsung berendam di bathtub berisikan air panas. Aku tetap fokus pada mobilku yang jangan sampai menabrak mobil di depanku atau melindas kucing sementara ibu masih terus ceramah. Tanya ibu agak terdengar kesal.Ya elah … Mama ini gimana sih … Pantes aja si Iwan mau lulus, lah kuliahnya aja di Fakultas Sasta … Sementara aku di kedokteran … Lain lah Ma … Kilahku yang juga agak kurang senang.Oh … Iya juga … Hi hi hi … Ibu tertawa sambil mencubit tanganku.Aku tersenyum melihat ibu yang sadar kalau kuliahku masih memerlukan waktu yang panjang. Aku berhak dan layak untuk mendapatkan yang terbaik.Mama sih pengen … Kalau kamu punya pacar … Mama takut kamu keasikan ngejomblo … Mama takut kamu telat menikah … Ungkap ibu.Aku pun tak ingin melanjutkan obrolan itu. Kataku sambil meninju pundaknya pelan.Tapi janji … Jangan ketawain aku …!










