Setelah pagi, baru aku mengantarnya pulang. “Mikha! Bokep india “Eh, nama kalian siapa?” Tanyaku, “Aku Joe.”
“Saya Mikha.” Kata cewek manis itu, lalu teman-temannya yang lain pun menyebut nama. “Mas Joe…, aahh…, mmhhaahh…, Aahh…” Dia kelojotan. “Mas Joe…, cabut…, keluarin di luar…”
Dengan cepat kucabut batang kemaluanku lalu sedetik kemudian kurasakan kenikmatan luar biasa, aku menjerit tertahan
“aahh…, ahh…” Aku mengerang. Padahal diproyeksikan untuk menjadi calon presiden. Mikha meminta satu rokokku. Aku males pulang jadinya. Bukan menghujat. Kenangan ini tak dapat aku lupakan begitu saja, perkenalkan namku Joe aku bekerja di kota Jakarta, dan cerita nyataku akan ku tuangkan dibawah ini. “Mas Joe…, nikmat banget main sama kamu, rasanya beda sama kalo saya gituan sama Ipet. Aku mendekati kerumunan simpatisan partai. Bukan menghujat. Berusaha mencari informasi dan momen-momen penting yang mungkin akan terjadi. “Biarin Mas, daripada besok dikuasai partai lain?”. Dan usahaku ini berjalan dengan mulus. Tanpa sadar aku raih wajahnya, dengan sangat perlahan-lahan kudekatkan wajahku ke wajahnya, aku cium bibirnya, lalu aku tarik lagi wajahku agak menjauh. Jadi setelah mengantar materi yang kudapat kepada rekanku yang akan membuat beritanya, aku dan Mikha menuju arah utara. Sama saja kejadian waktu meliput demontrasi mahasiswa dulu.















