Pasti ada sesuatu yang membuatmu berubah gitu,” kataku sambil membelai rambutnya yang agak gondrong,
“Kamu gak merasa kalau bunda sayang sama kamu ?”
“Iya Bunda….saya merasakannya.”
“Nah kalau gitu, kenapa kamu masih merahasiakannya sama bunda ? Ada apa ?”
“Ah…gak ada apa-apa,” sahut Prima sambil menunduk. Bokepviral “Dan bangunnya harus subuh…sebelum orang-orang pada bangun.”
“Iya, tiap hari juga saya bangun gak pernah lebih dari jam setengah lima pagi.”
“Ya udah…mendingan kita tidur yok…” kataku sambil menarik pergelangan tangan anak tiriku, mengajaknya berbaring di sisiku.Ia tampak senang sekali mengikuti ajakanku. Jujur, aku mulai degdegan waktu membayangkan apa saja yang mungkin terjadi setelah Prima masuk ke dalam kamarku nanti. Ya…selama berbulan-bulan menjadi istri Kang Eman, tiada persoalan sekecil apa pun, kecuali hasrat birahiku yang terkadang menggeliat-geliat sendiri pada waktu suamiku sedang di luar kota. Apalagi di musim kemarau, wajib rajin menyirami hingga tanahnya sangatlah basah. Prima melepaskan kuluman dan isapannya. Tidak ada sesuatu yang menyimpang. Hehehee…dapet sepeda juga lumayan lah.”
“Iyalah. Lalu kubelai rambut anak tiriku sambil berkata lembut,“Memangnya apa kesalahanmu, sayang ? Terimakasih,” ia mengangguk lalu menunduk lagi. Dapet cewek cantik ya ?”
“Nggak Bunda,” sahut Nanda,
“grup basket saya lolos ke babak semi final.”
“Ohya ?! “Ada sesuatu yang sangat rahasia dan hanya kamu yang boleh tau.”
“Iya Bun.”
“Pintu kamar bunda takkan dikunci.















