Aku tersenyum dan mengangguk. Bokep indo viral “Buka bajumu,” ucapnya sambil tersenyum. Kuharap tidak,” desisnya kemudian. Ia mengikutiku.“Maaf. Ia memiliki sesuatu yang membuatku tak jenuh kala memandangnya. “My God,” desahku tanpa sadar. Bibirnya begitu lembut di bibirku. “Hey, jangan kasar-kasar.”
“Maaf..maaf…,” ucapku terbata-bata. Pandanganku tak beralih sedikitpun dari wajahnya yang tersenyum. Lembut. Ia menarik bibirnya, tersenyum dan berkata, “Aku tidak melakukan sesuatu yang salah, bukan?”
Aku tak tahu harus berkata apa. “Kamu akan menghilang besok pagi?” Kudengar ia tertawa lirih. Bibirnya berbisik-bisik tak karuan. Lumayan juga penghasilanmu.”
“Cukup untuk seorang diri.”
“Let’s see. “Ruang tamu yang nyaman,” ucapnya beberapa saat setelah kuletakkan gelasku ke atas meja. Aku tak tahu apa yang ada di pikirannya-dan di pikiranku juga. Mataku berkunang- kunang beberapa saat kemudian. Lalu ia menarik sebelah kantung matanya dengan jemari telunjuk, sambil mengeluarkan lidah. Segenap otot di tubuhku melemas. “Ada apa?” tanyaku. Kurasakan jemarinya menyisiri rambutku. Lengannya terulur meraih pundakku. “Aku..,” desahku lagi. “Baiklah,” ucapnya, “ke sini. Kuturunkan tubuhku dari sofa, lalu berlutut di samping tubuhnya yang terlentang. Matanya menatapku. Bahkan pengantinnya. “Tentu saja,” katanya,
“aku juga minta maaf. Emosi dan nafsuku campur aduk. Pahanya dan betis yang putih terlihat saat ia mengangkat sebelah kakinya ke atas kaki yang lain. Ia menoleh dan menatapku dengan heran. ah… sudah..tentu..” Ia tertawa. Kupejamkan mataku dan mendesah saat jemarinya menemukan batang















