“Makasih ya.” Kataku sambil berlalu dan masuk kerumah lalu ke kamarku.Gilak, aku seneng banget dapet no hp nya. Semuanya berjalan sesuai rencana. Bokep jepang Tengah malam dia keluar kamar dan tungguin aku didapur. Ya, saat itu aku orgasme. Lama-lama tubuhnya melemah dan aku melepaskan pelukanku. “Gak papa Bud, kan nanti bisa lagi.” Kataku. Tapi, aku ga boleh nyerah buat dapetin dia.Siang itu, aku melihat ada Farel, salah 1 anak paling lama yang suka tinggal dirumahku sedang menaiki tangga sambil membawa ember jemuran pakaiannya. Di kamar sudah ada tv, dan kamar mandi. Sepertinya, Budi juga menuju kamar mandi tamu. “Kenapa? Terdengar pula nafas Budi ikut menjadi cepat. “Yang mana teh?” Tanya nya balik. “Cieeee penasaran, pasti ada maunya.” Goda Farel. Lalu dengan terlihat dingin, laki-laki itupun menatapku balik. Diam didekat pintu dapur sambil lirik sana sini, basa-basi menyapa mereka, mungkin hari itu sekitar kurang lebih 15 orang yang sedang berada dirumahku. Semuanya berjalan sesuai rencana. Dia dengan polosnya bilang, kalau belum pernah ML. Tanpa basa basi lagi, dia dengan agak kasar menyuruhku menungging dengan bertumpuan tangan dan lututku diatas toilet duduk. Rumahku sangat bebas untuk didatangi siapapun beberapa hari ini.















