Sampai di ruang tamu, dia berhenti sejenak dan memberi isyarat padaku agar aku diam dulu di tempat dan dia akan keluar rumah melihat situasi di luar apakah ada orang. Ada sedikit basah di sana-sini oleh keringat kami yang membanjir.Tetanggaku berusaha duduk tenang, dan tak lama kemudian istri dan anak-anakku masuk ke rumah melalui pintu yang sengaja terbuka.“Eehhh… ada tamu…! Bokep indo viral Enak khan..?” tanyaku menggodanyaDia hanya diam dan membuang muka, tapi dari wajahnya, kutahu dia tidak menampik dengan apa yang kuucapkan padanya. Tapi tingkah lakunya di lingkungan tidak berubah. Tapi ibu jangan kaget kalau esok hari semua tetangga akan ribut karena memiliki rekaman tersebut..” jawabku mengancam“jangan…jangan dilakukan ….tolonglah kasihani saya…” katanya lagi memelas“Tidak akan saya lakukan…asal ibu memenuhi keinginan saya” kataku lagi.Lama dia tidak menjawab…Dan akhirnya…“Baiklah… saya menyerah…, tapi kumohon…. Rasa takut yang datang tiba-tiba menyebabkan aku menjerit tertahan dan spermakupun muntah tanpa dapat kubendung. Aku harus segera pulang. Kumasukkan penisku yang masih setengah tegang ke balik celanaku dan kutarik sleting. Sudah hilang rasa malu dan marahnya padaku.Aku hanya tersenyum manis padanya sambil membalas kecupannya dengan menghisap bibirnya dalam-dalam.Kedua tanganku memeluknya dan meletakkan telapak tanganku pada kedua pundaknya yang masih telungkup menindih tubuhku. “ jawabku masih dengan nada santai dan kalem.“Ja…jangan…jangan…!” potongnya mulai gugup.“Apa yang sebenarnya kamu inginkan…, mau uang…?










