Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar. “Abi nggak ngerasain sih bagaimana maboknya orang yang hamil muda…” Ucap isteriku lagi, sementara air matanya kulihat tetap merebak.Hamil muda?!?! Bokep india “Ah…wanita gampang sekali untuk menangis,” batinku. Aku terlalu sibuk memperhatikan kekurangan-kekurangan isteriku, padahal di balik semua itu begitu banyak kelebihanmu, wahai Maryamku. Dug! Ia beda dengan yang lain, ia begitu bersahaja. Katanya mau jadi isteri shalihah? Selalu saja, kalau tak keasinan, kemanisan, kalau tak keaseman, ya kepedesan!” Ya, aku tak bisa menahan emosi untuk tak menggerutu.“Sabar Bi, Rasulullah juga sabar terhadap masakan Aisyah dan Khodijah. Kuperhatikan ada inisial huruf M tertulis di sandal jepit itu. Tubuh itu lantas berbalik ke arahku, pandangan matanya menunjukkan ketidakpercayaan atas kehadiranku di tempat ini. Ah, kenapa pula aku lupa bahwa Allah menyuruh para suami agar menggauli isterinya dengan baik. Tapi Abi kan manusia biasa. Apalagi ditambah berdesak-desakan dalam dengan suasana panas menyengat. Sementara teman-temannnya bersepatu bagus.“Maafkan aku Maryam,” pinta hatiku.“Krek…,” suara pintu terdengar dibuka. Hati ini menjadi luruh. Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya. Sedang aku terlalu sering ngomel dan menuntut isteri dengan sesuatu yang ia tak dapat melakukannya.















