Kami berdua berdiri hanya dengan pakaian dalam kami.Si Kumis berkata sesuatu yang sama sekali tidak dapat kumengerti. Aku merasa cemas akan semua ini. Bokep indo Pemeriksaan berlangsung cepat. Setelah lima menit berlalu dalam keheningan, tiba-tiba istriku mengeluh (lebih menyerupai mendesah), Aku melirik ke arahnya dan mendapati ia tidak lagi menutup matanya. Sherly memejamkan matanya. Alis si Kumis mengkerut. Ia memanggil dua orang petugas lain di belakangnya dengan gerak isyarat. Sherly masih belum dapat mengira-ngira perkataan si Kumis itu.Tanpa memberitahu istriku, aku mencoba untuk memprotes kepada si Kumis. Dan ia mulai menangis terisak-isak sambil mengenakan pakaiannya.Setelah selesai mengenakan seluruh pakaian kami, aku memeluk istriku yang masih menangis. Namun setelah mereka keluar dari ruangan itu dan meninggalkan kami berdua saja, aku semakin yakin. Aku merasakan rasa asin yang kutahu berasal dari darah yang mengalir dalam mulutku. Ia menghadap tembok namun pada sisi yang berbeda dengan tembokku.Lalu si Brewok menarik tanganku agar kedua telapak tanganku menempel di tembok cermin dan merenggangkan kakiku. Whats the problem, sir?Ia terus memandangi kami berdua secara bergantian. Jaket, kemeja, kaos dalam dan terakhir celana jeansnya. Kemungkinan besar apa yang ingin dikatakan si Kumis (dengan menggunakan bahasa inggris yang sangat aneh) adalah membawa kopi dilarang.Aku mendekati petugas itu dan menanyakan lebih jelas permasalahannya.















