Terdengar Bu Eni berkata pasrah, “Ayolah Yogi.., apa yang kau tunggu..? Bokep terbaru Kulumat putingnya dengan mulutku sambil tanganku meremas-remas payudaranya yang lain. Pikirku, “Mungkin saja perempuan yang belum bersuami inginnya menyendiri saja.”
Perlahan-lahan kuketuk pintu, sesaat kemudian terdengar suara dari dalam, “Masuk..!”
Aku langsung masuk, kulihat Bu Eni sedang duduk di belakang mejanya sambil membuka-buka map. oh.. Kedua tangan Bu Eni mengelus-elus dadaku yang bidang. Saya mohon sekali, berikanlah keringanan nilai mata kuliah Ibu pada saya.”Mendengar kejujuran dan perkataanku yang polos itu, kulihat Bu Eni tertawa kecil sambil berdiri menghampiriku, tawa kecil yang kelihatan misterius, dimana aku tidak dapat mengerti apa maksudnya. Setelah duduk, kemudian kami pun mengobrol. Aku telah bermain cinta dengan dosen killer itu. Lama kami sibuk tenggelam dalam pikiran kami masing-masing, sampai akhirnya Andi berkata, “Gini saja, Gi, kamu langsung saja menghadap dosen mata kuliah itu, ceritakan kesulitanmu, mungkin beliau mau membantu.” kata Andi.Mendengar perkataan Andi, seketika aku langsung teringat dengan dosen mata kuliah yang menyebalkan itu. “Iya sih, tapi walau bagaimanapun kamu harus berterus terang mengenai kesulitanmu, bicaralah baik-baik, masa beliau tidak mau membantu..,” kata Andi memberi saran. Akhirnya aku pun bersedia menerima tawarannya.Akhirnya malam itu juga aku dan Bu Eni kembali melakukan apa yang kami lakukan siang tadi di ruangan Bu Eni, di kampus.















