Rianti hanya tersenyum dan berkata “Lihat nanti bang, takut ada acara mendadak aja…” Dia pun berjalan meninggali kios kami. Bokep terbaru Kini hanya isak tangis yang terdengar, melihat perlawanannya hanya membuat birahiku memuncak tak karuan. Sakit hatiku menjadi dendam, aku dan Mamat pun melampiaskan nya dengan bermain wanita penghibur di sini. Apa Dini dibiarkan sendiri di rumah? Lalu kemana Rianti dan ibunya? Hampir setiap malam kami jalan berdua, namun tanpa ada hubungan yang jelas, mau dibilang pacaran toh kami belum jadian. “Tar malam pakai motorku saja, asal jangan lupa isikan bensin…” Mamat menawarkan motor kesayangannya padaku. Aku merasa hidup ini sangat fana. Kamipun tertawa terbahak-bahak ketika bercerita kelucuan yang pernah kami alami, misalnya hasil jambretan yang mana isi dompet korban cuma seribu perak. “Jangan malam-malam ya…” pesan ibunya sebelum kami berangkat.Aku pun sangat senang sekali bisa mengajak Rianti jalan-jalan. Mamat bilang masih melihat Dini beraktivitas seperti biasanya, seperti tanpa beban mengalami perkosaan sebelumnya. Nanti lah liat siapa yang miskin dan siapa yang kaya!” kami berencana akan merampok rumahnya nanti malam.Jam sudah menunjukkan pukul 22:45, pas tengah malam kami akan beraksi, dua tahun sia-sia ku akan ku lampiaskan malam ini. Tubuhnya yang langsing menari dengan pelan-pelan.Penisku terasa mengaceng, hingga tidak tahan, aku minta Dini bergoyang sambil melepaskan semua pakaiannya.















