Sambil menunggu jawabannya, kuteruskan ciumanku di bibirnya dan Shela mulai lagi melayani ciumanku itu dengan memainkan lidahku yang kujulurkan ke dalam mulutnya dan kurasakan Shela mulai memindahkan kedua tangannya dari punggung ke atas pantatku.Aku tetap bersabar menunggu dan tidak terburu-buru untuk menusukkan penisku lagi. Karena kulihat Shela sepertinya sedang kelelahan dengan kedua matanya tertutup rapat, jadi timbul rasa kasihanku, lalu sambil kuseka keringat wajahnya kuciumi pipi dan bibirnya dengan lembut, tapi Shela tidak bereaksi dan tanpa kuduga di gigitnya bibirku yang sedang menciumnya seraya berkata lirih, “ooom…, nakal…, yaa, Shela baru sekali ini merasakan hal seperti tadi”, sambil mencubit punggungku. Bokep live Aku jadi sangat terkesiap dan berdebar, bukan karena mendapat ciuman di pipiku, tapi karena tangan kiriku tersentuh buah dadanya yang terasa sangat empuk sehingga tidak terasa penisku menjadi tegang dan sementara Shela masih mencium pipiku, kugunakan tangan kananku untuk membelai rambutnya dan kucium hidungnya.“Ayoo…, Shela…, sudah lama kita di sini, nanti kamu terlambat sekolahnya”.Shela tidak menjawab tapi kulihat dikedua matanya masih tergenang air matanya. Tak terasa jam sudah menunjukkan hampir jam 12 siang dan segera saja kupesan makan siang. Dengan sedikit makan tenaga, kucoba menggerakkan pantatku naik turun dan setiap kali pantatku naik, kugunakan kedua tanganku menekan pantat Shela ke bawah dan bisa kurasakan kalau penisku masuk lebih dalam di vagina













