Anu, sayaPak Darmawan masih menunggu dengan sabar, sementara aku merutuki diriku sendiri yang tiba-tiba seperti ini.Ada masalah apa, nak Tania? Bokep live curhatku pada sahabatku, Natalia. Karena aku termasuk orang yang hobi belanja dan jalan-jalan, seringkali uang jajanku habis dalam sekejap. aku memamerkan tas Gucci baruku pada Natalia.Natalia memutar bola matanya. Tubuhku tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 160 cm. Gak usah jual mahal lo. Pak Darmawan membuka lembar-lembar catatannya. Ragu-ragu, aku membuka kait rok-ku tanpa menurunkan resletingnya.Buka buruan!Setelah mendengar Gilang berteriak, aku menurunkan resleting rok-ku dan membiarkan pakaian luar terakhirku jatuh ke lantai. jawabku sambil tersenyum manis. Nggak mau gara-gara saya tua? Pak Darmawan membuka buku catatannya yang bersampul kulit. aku yang saat itu hanya memikirkan nafsuku kembali meracau tidak jelas. Ngelelang tas Gucci lo gitu?Enak aja, ogah gue. Enak Tuan.Aku masih menikmati sisa-sisa orgasmeku barusan ketika tiba-tiba saja Pak Darmawan mengangkat tubuhku dan melemparkanku ke atas kasur dan menyadarkanku atas sesuatu.Oh, ini baru saja dimulai. Jadi kamu tidak perlu melakukan penelitian di lab.Maksud bapak?Kamu ambil data dari proyek saya saja. Gak ada cara lain apa?Natalia menaikturunkan bahu.















