Aku duduk beristirahat di bangku taman, memandangi orang-orang yang masih juga berolah raga dengan segala macam tingkahnya. Bokep jepang Uwak mendekatiku, tetapi keempat pria lainnya juga ikut mendekati sambil menanggalkan penutup tubuhnya.“Eh, apa-apaan ini? Bahkan salah seorang langsung mengikat tanganku hingga terbaring menelentang di ranjang. Aku jadi heran juga dengan sikapnya yang begitu berani membawa teman yang baru dikenalnya ke dalam kamar. Berbagai macam perasaan berkecamuk menjadi satu. Aku tidak menjawab dan hanya mengangkat bahu saja. Aku hanya tersenyum saja sedikit. “Kemana saja, dari pada bengong di sini..” sahutnya. “Kalau aku sih biasa dipanggil uwak..” katanya langsung memperkenalkan diri sendiri. Iseng-iseng aku berjalan-jalan memakai pakaian olah raga. Padahal aku tidak memintanya. Soalnya kamu pasti lebih muda dari aku..” katanya mengusulkan.Kami langsung menikmati bubur ayam yang memang rasanya nikmat sekali. Tanpa diduga sama sekali, justru Uwak yang mengajak pulang lebih dulu.“Mobilku di parkir disana..” katanya sambil menunjuk deretan mobil-mobil yang cukup banyak terparkir. Kedua kakiku juga direntangkan dan diikat dengan tali kulit yang kuat. Aku duduk beristirahat di bangku taman, memandangi orang-orang yang masih juga berolah raga dengan segala macam tingkahnya.















