Kami saling mendesah dan mengerang. Sambil nunggu, kamu bisa pakai baju dan celana pendekku yg satu lagi, aku mengambil pakaianku dan memberikan padanya. Bokep indo Daripada bengong, karena belum mandi pagi, aku minta izin ke Pipit untuk mandi di dekat air terjun. Iya iya, nanti aku cerita sejujurnya, kataku. Nggak usah dimasukin, kataku. Jadi aku bawa perlengkapan mandi. Kenapa tadi tidak?, dia bertanya lagi.Aku hanya tersenyum dan memakaikan celana pendekku.Karena tadi pikiranku hanya menolong Pipit, k0ntolku tidak terangsang. mmmphh..a.. Karena pembicaraan ini, k0ntolku mulai mengendor. Aku kaget, dia bisa menebak. ..saakiitt Jarr, katanya. Dona kesel, tapi dia ingin merahasiakan dulu pacaran kami.Wah, asyik nih diapit dua cewek, Yudi dan Arman menggoda kami.Apalagi ketika Pipit dan Dona tertidur, atau purapura tidur?, kepala mereka rebah ke pundakku.Gantian dong Jar, kata Yudi dan Arman.Tentu saja aku tidak mau. Tinggal Pipit yg masih merancang detail acara, pengelompokan dan waktu. Saat kami berjalan pergi, kulihat Dona dan Pipit saling berpandangan penuh arti.Jar, Pipit kamu apain? Aku mendekat, Sini, punggunmu aku sabuni, kataku dan dia memberikan sabun kepadaku.Kalau mau disabuni, berdiri dong, jangan berendam. Mereka sudah selesai, dan karena kami belum kembali ke posko, Dona usul agar mereka menyusulku. Kulihat matanya bergerakgerak agak melotot. Di mobil Jimny yg sempit itu aku duduk dibelakang dengan Dona.















