Duduk tepat didepan tangan Indah sudah mulai merapat dengan tubuhku. Bokep indo Dengan berusaha secermat mungkin berdasarkan data yg ada dan catatanku, aku mulai membuat rencana kerja. Tapi kali ini aku ingin bereksperimen. “Rugi!”, jawabku singkat dengan bergurau tanpa kupikir akibatnya. Seusai mandi dan mengenakan pakaian aku keluar dari kamar mandi. “Aku duarius Mbak, bukan serius lagi”, kataku ngotot yg hanya dibalas dengan senyumannya. Setelah kukenakan celana pendek kubuka pintu, ternyata yg ada dihadapanku adalah Indah yg telah kembali balik kekamar setelah keluar entah kemana dan berapa lama. “Eh Mbak, jangan besar kepala dulu, iya kalau kembang mawar atau melati, kalau kembang kamboja yg seperti di makam-makam, bagaimana? Tiba-tiba aku merasakan sebuah rasa kesepian menyelinap masuk dalam hatiku padahal sejak lama aku terbiasa bepergian jauh seorang diri bahkan dengan jangka waktu yg lebih lama dari ini, tapi kali ini beda. “Sudah Zainal, ayo kembali ke kamar!”, ajaknya. gitu ya, jangan harap aku mau membatumu lagi ya”, katanya dengan nada bergurau. Tertidur pulas selama beberapa jam akhirnya aku terbangun oleh suara ketukan pintu. “Mmm.. “Sudah Zainal, ayo kembali ke kamar!”, ajaknya.















