Kau Budak Gue, Bajingan!

Kupandangi bola matanya yang indah, “Aku sayang Kamu, Santi.”
Santi memelukku tambah erat. Bokep terbaru Aku segera membalikkan Santi ke posisi konvensional, saling berhadapan, sambil terus menusuk, aku menghisap kedua buah dada Santi yang montok. Senjataku terasa hangat akibat semburan dari dalam kemaluan Santi, sementara aku sendiri mencoba bertahan sekuat mungkin agar spermaku jangan sampai keluar dulu. Santi membalasnya dengan penuh gairah. Istri atau Santi..?”Aku diam sejenak, memikirkan jawaban yang tepat. Aku segera melepaskan penutup terakhir tubuh Santi, dan Santi pun tidak mau kalah melepas penutup terakhir tubuhku. Kian hari aku semakin akrab dengan Santi, bahkan diluar kantor dia memanggilku kakak, karena selisih usia kami juga tidak jauh berbeda dan memang aku berhasil mendapatkan perasaannya. Sambil terus berciuman, satu persatu pakaian kami terlepas dan terhempas ke lantai. Hanya saja aku tidak berani main di lokalisasi (wanita jalanan), karena takut tertular AIDS.Paling sering aku main dengan rekan bisnisku, apa lagi kalau statusnya janda. Rasa hangat di dalam kemaluan Santi. Apa lagi tonjolan buah dadanya sering membuat aku tidak berkonsentrasi untuk bekerja.

Kau Budak Gue, Bajingan!