Kantor Penuh Nafsu

Aku langsung bergegas menuju kamar tidur majikanku. Gumpalan demi gumpalan sperma Oom Bonny kembali meleleh dalam mulutku, mengaliri tenggorokanku. Bokep Viral Aku akan melewati seluruh acara pokokku sebelum aku menapaki orgasmeku. Ampuunn.. Semuanya ada 5 kondom. Aku sudah ingin mendapatkan kondom bekas itu. Mereka sangat gembira menyambut kedatanganku. Nikmat macam mana yang kurasakan.. Kini aku sudah mulai memperhatikan benda-benda pemicu syahwat lainnya. Aku senang sekali tetapi mulutku terdiam. Hhh..Akhirnya seperti ada yang menuntun, tanganku bergerak sedikit ke atas mengikuti wajahku yang juga tertuntun untuk mulai mendongak. Dan aku beteriak.. Aku sedang mengepel lantai ruang tamu saat pada celah-celah ngobrol mereka aku mendengar omongan Tante Indri. Kini baunya terasa makin nyata. Rumahnya kecil sesuai dengan keluarga mudanya yang memang baru menikah dan belum punya anak. Aku khawatir ada orang lain yang melihat aku saat mengambil kembali bingkisan itu. Tanganku akan terus meningkatkan kocokkan dan pijitannya hingga orgasmeku datang dan ‘pejuh’-ku muncrat membasahi jok sofa dan meleleh ke lantai. Aku perhatikan betapa kaki Oom Bonny yang bersih dengan bulu-bulu halusnya berkeringat saat memekai sepatu itu. Pinggiran gelasnya pasti telah bernoda bibirnya yang cantik banget itu. Aku rasakan ada yang lunak dan licin.

Kantor Penuh Nafsu