Untuk sesaat Bram mencoba melupakan sosok wanita tersebut.***
Kereta telah tiba di Tanah Abang, Bram harus turun karena harus transit menuju kereta yang mengarah ke Bekasi. Dari rumah ke stasiun dia pesan ojek online yang berwarna hijau.“Bram! Bokep live – BramTangan chintya semakin agresif bak ramboo di hutan vietnam, membuka resleting Bram saat kereta sedang berjalan. Jantungnya dag-dig-dug seperti tabuhan gendang dangdut pantura. Bram berjalan menuju tangga naik agar bisa menyeberang ke peron lain, sesak sekali sampai ada seorang wanita yang mau jatuh saat mau menaiki tangga.“Tolong yang tertib! Teng tong..” itu suara notifikasi LINE si bram. Namun kesialan memang sedang melanda, wanita itu masuk menuju gerbong khusus wanita.Cita-cita dan harapan bram musnah seketika, bagai lebah merindukan madu, dia gagal. Yes! Kali ini lebih jelas karena dia ada disebelah Bram. Rejeki datang, wanita tersebut berhenti persis disebelah Bram, berpegangan dengan besi yang ada disebelah kanannya.Bram bermaksud mendekat ke sampingnya, namun karena terdesak oleh penumpang lain Bram sekarang berada tepat di belakang wanita tersebut. Jangan dorong-dorongan!” Petugas keamanan stasiun berteriak seperti Achilles yang memanggil Hector untuk bertarung.Saat Bram sudah di tangga, dia melihat wanita itu lagi. Wanita berkulit berkulit putih, memakai kaus yang dimasukkan ke dalam celana hitam miliknya.















