Sebersit perasaan bersalah muncul dalam hatiku. Tinggal masalah kendali bagiku karena siapa yang mengendalikan dialah yang mendominasi. Bokepviral bip.. Bramanto masih terbengong-bengong menatapku dengan ketika aku meninggalkan ruangan kantorku untuk segera pulang ( menurutku apa yang didapat Bramanto malam ini sebenarnya sudah lebih dari apa yang pantas aku berikan padanya ). Kian keras aku menekan areal klitoris-ku , makin cepat seiring kenikmatan dan cairan kemaluanku yang mengalir keluar seiring kedutan-kedutan di dalam liang kenikmatanku. Hendra makin seru dengan gosipnya. Kontras sama bodinya. Terasa bagian tengah celana dalamku yg masih terlapis pantyhose mulai basah. Bahkan aku masih merasakan sisa aura mereka di bagian itu. Tinggal sebatas lutut hingga ujung kakiku saja yg masih berada diatas meja mencegahku jatuh ke lantai. Suasana ruangan kantorku yang sudah kosong ini mirip sekali dengan suasana tadi siang pada jam istirahat. Tidak sabar aku ingin mendengar komentarnya akan apa yang baru saja aku alami disini. “Ah thats enough hen..aku sih mending diam ajalah ..kecuali benar2 ngeliat di depan mata kepala sendiri” Kataku, ingin segera menyudahi pembicaraan ini karena aku merasa bersalah sudah membayangkan Diana melakukan perbuatan itu.















