Dia tiba-tiba berbisik kepadaku,“Mas Handoko, sepertinya ada yang mas suka yah dari tadi?” aku pun tertawa mendengar itu dan menjawab sambil bergurau,“Bapak Udin tau saja.” Kita berdua tertawa dan aku mengaku bahwa aku memang tertarik dengan Dewi. Dewi berusaha mencengkram sofa menerima tusukkan ku, sambil berdesah kencang dan matanya juga merem melek,“Ohhhh… Terus… Genjot terus mas, jangan stop. Bokep Viral aku memuji dia dan grup nya yang sudah berpentas tadi. Bapak Udin pun tertawa melihat kelakuan aku. aku bisa merasakan lidahnya bermain di dalam mulut, membuat ujung kemaluanku kegelian. Dia bertumpu lemas di badanku walaupun kemaluanku ini masih terbenam didalam kemaluan Dewi. aku hisap putingnya, kumainkan juga dengan lidahku, bahkan dengan gigitan-gigitan kecil yang membuat badan Dewi semakin menggelinjang keenakan. Sampai akhirnya Dewi pun menghentikan aksi ku dan berbisik“Mas Handoko, gantian yah biar Dewi yang bikin mas Handoko enak.” aku pun tersenyum mendengar itu.Dewi bangun dari sofa dan berlutut diantara kedua kakiku. Dewi gak pernah lihat yang kaya gini.” aku tersenyum kecil. Sungguh luar biasa memang penyanyi dangdut satu ini pikirku. Langsung tanpa ragu, dimasukannya ujung kepala kemaluanku kedalam mulutnya. Di bulan Agustus ini, kebetulan aku sedang liburan pulang ke tanah air selama sebulan.















