Dia malah tersenyum. Perhatiannya padaku malah semakin bertambah besar saja. Bokep indonesia “Siapa namanya?” tanya Tante Amanda lagi. Namun aku diam saja, malah menatap wajahnya yg cantik dan begitu dekat sekali dgn wajahku. Waktu itu aku benar-benar bodoh dan tak tahu apa-apa karena polos. “Cinta..?” aku mendesis tak mengerti.Entah kenapa Lidya tersenyum. Dan dia semakin aktif merangsang gairahku. Tak terlihat ada pesta. Aku memang mudah sekali disogok. “Ada apa, Lin?” tanyaku polos.“Ohh..”, Lidya mengeluhh panjang sembari menggelimpangkan badannya ke samping. Dan aku selalu menganggapnya sebagai kawan biasa saja. Namun aku yang polos tak tahu apa yg membuatnya kecewa.“Ada apa, Lin?”, tanyaku tak mengerti perubahan sikapnya yg begitu tiba-tiba. Bahkan badanku dgn badan Lidya sudah hampir tak ada jarak lagi. “Cinta..?” aku mendesis tak mengerti.Entah kenapa Lidya tersenyum. Sabar sekali dia menuntun jari-jari tanganku untuk meremas dan memainkan bagian atas dadanya yg berwarna coklat kemerahan. Dan hanya kami berempat saja yg merayakannya.Perlu diketahui kalo Lidya adalah anak tunggal di dalam keluarga ini.















