Setelah makan siang sekitar pukul 1 siang, massa mulai berdatangan, padahal panggung pun masih kosong mlompong hanya suara musik dangdut yang di putar melalui dvd.Beberapa rombongan mulai berdatangan membawa nama DPC masing masing, dengan membawa bendera dan kaos merah bergambarkan foto Ayah dan pasangannya, serta atribut atribut partai yang lain. Bokep jepang Hehe. Ooooh……! kami berciuman sambil berpelukan. Kami ngobrol beberapa saat, kulihat jam sudah menunjukkan pukul 4 lewat.“Aku pulang dulu ya Za, udah sore.”Aku berpamitan pada Reza.“Nginep sini wae, emang ga capek bolak balik? Membuat Reza dibuai kenikmatan. Reza…,” Aku menghisap leher Reza, membuat Reza semakin erat mendekap dan menjambakiku.Udara didalam rumah yang pengap membuat tubuh kami yang saling menyatu menimbulkan suasana panas bergelora. Dibenamkannya wajahku ke selangkangannya sehingga aku sulit bernafas.“Ooooh……! . Aku bentar lagi.. Dia menghisap kuat batang penisku sambil terus dikulum, menggoyangkan kepalanya ke kanan dan kiri, menaik-turunkan kepalanya sangat cepat. hehe”“Apaan sih kak,” sambil menundukkan wajah merahnya.Sebenernya jarak yang di tempuh dari kawasan Pemuda menuju Genuk relatif dekat, karena waktu sudah sore, daerah Kota Lama yang kulewati tergenang rob, kendaraan macet berjejer menghindari air laut yang pasang. Hanya tinggal celana dalam warna krem yang menutupi bagian rahasianya.Dengan leluasa kuremas payudaranya serta kujilati putingnya, payudaranya, bahakan semua aroma yang ditubuhnya, ciumanku turun sampai di luar garis celana dalamnya, ku















