Aku merasa cukup puas melihat hasil pembalasanku padanya hari ini. Ini sesuai sekali dengan rencanaku.“Tolonggg bangg!…. Bokep live Mang Gimin langsung terduduk lagi di rumput sambil meringis kesakitan. Dan…tadi itu mamang sudah tidak kuat lagi. “Garrgggggg Mangggggg!!” aku terpekik geli. Tapi bentuknya. Seperti yang engkau ketahui bahwa kami adalah orang baru di sini.”
“Eng..Tinggal di sana, kak?” tanya Alfi seakan tak yakin dengan atas apa yang ia dengar barusan. Ia seorang janda tua yang hidup sendiri. Mereka secara bergantian merawat dan mengompresku. “Nah..Mamang sudah percayakan kalau Sabrina sungguh sudah maafin mamang?” tanyaku setelah ciuman kami terlepas. “Duh! Akhirnya tubuh tua itu ambruk di atas tubuhku. Permainan ini baru saja dimulai. Ia nampak terkejut sekali mendengar ucapanku itu. “Non Sabrina suka sama kontol mamang?“
Aku kembali mengangguk. Atau kepalanya bergerak maju mundur seperti burung pelatuk. “Iya deh mang. “Lho, kenapa mang? Lalu permainan cinta itu berlangsung lagi semakin membara. “Non….Maafkan mamang ya….” bisiknya lembut berusaha menghiburku. Mang Gimin justru melarikan mobilnya menuju ke arah luar kota. Kapok! Namun belum lagi satu menit. Kulihat mobilnya berjalan mengiringi kemanapun angkot tersebut membawaku. Setelah kepergiannya, mami segera mendatangkan penggantinya. “Noonn …Mamangg mau ngetcrott di dalemm punyaa non boleh, kann?!’ rintihnya terbata-bata. Mamangg entot non sekarangg!!…”
Ternyata harapanku saat itu sia-sia.Mang Gimin sudah menekan…..










