Endar masih merem-melek, tangannya tak mau lepas dari kemaluanku. Bokep terbaru Kini kemaluanku sudah sepertiga berada di dalamnya.Saya berusaha sabar, saya gerakkan maju mundur lagi. Berhasil..! Walaupun masih dengan ragu-ragu ia tetap memegang kemaluanku.Didorong ke kiri, ke kanan, ke atas dan ke bawah. Setelah kurasa tepat berada di ambang lubangnya, saya dorong sedikit, agar bisa memasukinya. Khususnya pada mata pelajaran matematika yang memang menjadi kegemaranku. Karena tak tahan, saya langsung menciuminya.Hal ini menjadikan Endar semakin menggeliatkan tubuhnya, tandanya ia merasa nikmat. Begitu selesai, Endar menyandarkan tubuhnya ke dadaku sambil berkata.“Mas, itunya sudah tumbuh lagi belum..? Erangan-erangan yang terkesan liar semakin membuatku bernafsu.Aku kecup putingnya, perutnya, dan pahanya. hi..” sambil cekikikan.Dengan super hati-hati ia gerakkan juga pisau cukur mulai menghabisi bulu-bulu kemaluanku. Sekilas hanya terlihat lipatan kecil di bagian bawahnya. saya coba sekali lagi, tak mau masuk juga.“Kamu masih perawan En..?” akhirnya saya tanya dia.Diantara jelita dan wajahnya yang sudah seperti tak sadar itu, saya lihat kepalanya menggeleng dan itu adalah suatu jawaban.Usaha menembus lubang kendarkmatan itu saya tunda dulu. saya dorong lagi, tetetapi lubangya terlalu sempit.Walaupun hanya kepala saja yang masuk, tetetapi saya berusaha memaju-mundurkan, agar gesekan yang nekmat itu terasa.















