Saat itu Timo menempatkan wajahnya di depan kontol Budi, tangan kanannya menggenggamnya. Bokep terbaru Lain kali aja baru gue ceritain.” Edwin bergegas berdiri dan mengambil tasnya. Aku melepaskan Timo dan berganti kembali ke Budi. Saat itu Timo menempatkan wajahnya di depan kontol Budi, tangan kanannya menggenggamnya. Timo menarik lepas kaus Budi dan kembali menciumnya. Hanya sisa Edwin, yang bagaimanapun melelahkannya, adalah teman pertamaku di Jakarta. “Ini pertama kali aku ngelihat orang main beneran—bukan cuma di bokep,” katanya polos. Timo lalu menghisapi kedua putingku bergantian, sesekali menjilati lipatan antara lengan dan ketiakku dan mendorong lidahnya masuk. “Okay, jangan mikir yang ngga-ngga. “Thanks,” kata Timo pelan.Aku beranjak mengambil handuk. Tanpa basa-basi. Sekembalinya, aku menyeka tubuh Budi, lalu Timo. Aku menoleh ke arah celah pintu dan melihatnya berjalan mendekati Budi. Budi menciumku, lalu mengajakku untuk mandi. Aku pun berpikir Timo ingin menjantani Budi, tapi rupanya bukan itu yang ada di pikiran Timo. Tak lama kemudian kontol Timo memuncratkan sperma berulang kali, menghujani dada dan perutnya selagi kontolku masih terus memakai lubangnya. “Gue dulu pernah lihat nama Budi di daftar family elu di FB,” jelas Edwin, sekarang mengerutkan dahinya.“Gue yakin bener.” Budi yang sejak tadi menyibukkan diri membaca berita di ponselnya sekarang terfokus pada pembicaraan. Dia tidak terlihat merasa sakit—tersenyum bahkan.















