“Sekarang kau harus merasakan balasanku,” seloroh Yena. Bokep terbaru Ragu aku berdiri di depan pintu.“Masuk, Andi!” suara Bu Yena agak meninggi, setengah memerintah.Aku mendorong pintu. Kami berada di Bali seminggu penuh. Dinding salah satu lorong itu ternyata adalah kaca salah satu ruang kantor. Aku segera beranjak. Langsung saja. Setumpuk piring jatuh berhamburan, menimbulkan suara yang pasti terdengar dari dalam ruangan. Bisa kulihat Bu Yena majikan ku tersenyum dari kaca itu.“Ini uang tutup mulut. Kalau tak ada dinding kaca ini, aku pasti bisa mendengar desah-desah nikmatnya. Aku lari menjauh, tak perlu repot-repot menata ulang piring-piring yang berserakan.Satu jam kemudian Bu Yena keluar dari kantor dan minta balik ke Surabaya. Aku benar-benar lemas mendengar keputusan pihak manajemen perusahaan hari ini.Bulan lalu perusahaan sudah menyampaikan rencananya untuk mengurangi sejumlah karyawan, termasuk pengemudi. 4 jam kemudian aku sudah berada di Kantor Cabang Denpasar. Bu Yena juga tidak, tapi ia kelihatan santai sekali. Nama saya Andi”“Kamu kelihatan muda sekali. Hasilnya nihil. Kubalas lumatan bibir itu dengan tak kalah beringas. Kubenamkan wajahku di tempik Yena dan kumainkan lidahku, merangsek sedalam mungkin ke seantero vagina yang basah dan lapar itu. Istri saya adalah Area Manager perusahaan. Terbayang di benak kami bagaimana cara menghidupi bayi ini tanpa pekerjaan. Dua puluh menit kemudian, masih dalam perjalaan balik ke Surabaya, ia mengeluarkan sesuatu















