Sesaat aku tersentak kaget, tak menygka kalo Lidya akan seberani itu. “Kok Lidya nggak bilang sih..?”, aku mendengus sembari menatap Lidya yg jadi memerah wajahnya. Bokep india Sembari memandangiku yg masih terbaring dalam keaadaan polos, Lidya mengenakan lagi pakaiannya. “Cinta..?” aku mendesis tak mengerti.Entah kenapa Lidya tersenyum. Katanya cuma mau merayakannya sama kamu”, kata Tante Amanda Iangsung memberitahu. “Cinta..?” aku mendesis tak mengerti.Entah kenapa Lidya tersenyum. Sedangkan aku tetap diam, tak memberikan reaksi apa-apa. Ayo..”, ajak Lidya setengah memaksa. Ayo..”, ajak Lidya setengah memaksa. Dan aku selalu menganggapnya sebagai kawan biasa saja. Aku memang paling suka kalo dipuji.Oh, ya.., Nanti malam kamu datang..”, ujar Tante Amanda sebelum pergi. Membuat dadaku jadi berbunga dan padat seperti mau meledak. Namun nampaknya Lidya masih belum puas. Dan aku selalu menganggapnya sebagai kawan biasa saja. Tak ada yg istimewa. Ayo..”, ajak Lidya setengah memaksa. Karena pemberiannya itu aku jadi menyukai Mas Herlambang.Padahal tadinya aku benci sekali, karena menganggap Mas Herlambang telah merebut Mbak Indira dan sisiku. “Aku mencintaimu”, sahut Lidya agak ditekan nada suaranya. Lalu dia menuntun dan membawanya ke pembaringan. Dia malah tersenyum. “Ohh..”, Lidya mengeluh panjang.Dia seakan baru benar-benar menyadari kalo aku bukan hanya tak pernah pacaran, namun masih sangat polos sekali.















