Kenapa kami, yah? Tidak ada bosan-bosannya, soalnya kami mulai ahli sih. Bokep jepang Jadi kami nggak begitu memaksakan diri tiduran di taman. Ok, entar lagi. Tanpa sengaja tanganku merangkul kursi sebelah dan menempel di punggung Ratih. Bingung juga yah saya waktu itu. Ia sangat menyenangi posisi di atas dan saya di bawah. lalu,“ Eh, di mana rumah kamu?, ”.Dia tersenyum,“ Kamu masih inget dengan pertanyaanmu setelah berkelahi barusan ? Kini tiap kali saya mainkan senar gitar Ratih selalu menyanyi merdu hanya untukku seorang. Pelan aja Yan entar sakit, ”“ Maaf, San. Gara-gara aku, kamu jadi kena masalah deh, ” Saat itu dia menyapa saya duluan.“ Ah nggak kok, itu sih urusan kecil buatku ”, sambil tersenyum kusapa balik.“ Oh, yah kita belum berkenalan kemarin, nama kamu siapa?, ” Saya bertanya seolah saya belum tahu namanya, padahal saya sudah tahu namanya dari senior-senior saya.“ Ratih, kamu?, ”Duh mak, nih cewek benar-benar manis sekali, senyumnya aah… apalagi matanya, bulat dengan alis yang tertata rapi berwarna hitam, serasi sekali,“ Hey… kamu kenapa?, ”Duh ketahuan kalau lagi terpana. Dengan gaji yang lumayan tinggi, saya sebenarnya sanggup menghidupi kami berdua dengan 3 orang sekaligus, misalnya.











