Segera saja aku menuju WC di ruang atas. Kedua tangannya bertumpu di atas meja sekretariat. Bokep live crott!”, sekitar 10 kali semprotan masuk ke sana, aduh…, nikmatnya luar biasa.Tak percuma aku mempekerjakan sekretaris seperti dirinya, karena servis yang diberikannya luar dalam amat memuaskan. crot! “Pak Ivan, Bapak nggak perlu pakai ini kok, karena saya siap jika Bapak menghendaki saya melayani Bapak malam ini juga”, jawabnya dengan suara mesra dan kerlingan mata genitnya.Nah ini dia yang kutunggu! “Oh begitu. “Aduh, lelah sekali rasanya hari ini”, keluhnya pelan. Wah…, kalau begini, bisa panjang nih urusannya…, pikirku ngeres.Dan ternyata benar! Kalau berdiri di hadapanku, ia sengaja membuka kancing baju luarnya sehingga baju dalamnya yang tipis dan menonjolkan bukit dadanya terlihat. Segera saja aku menuju WC di ruang atas. Pelan-pelan ia meraih penisku dan dimasukkan ke kewanitaannya, ah…, nikmat sekali. “Aduh, lelah sekali rasanya hari ini”, keluhnya pelan. Saya mau ke kamar kecil sebentar”. Ingin kusemprotkan maniku sebanyak mungkin ke dalam surga dunianya tersebut.Dan memang ternyata Dian akhirnya lebih dahulu mencapai puncak kenikmatan, dipeluknya leherku kuat-kuat, “Ah.., Pak Ivan…, nikmat sekali…”, erangnya kenikmatan. “Ngg…, nggak kok…”, jawabku gelagapan. “Sama-sama, udah dikunci semua kelasnya, Dian?”. “Wah.., maaf Pak…”, sergahnya. Melihat keadaannya itu, aku segera mengambilkan air minum, timbul niatku untuk tidak membuang-buang lagi kesempatan itu, kurogoh kantongku, wah















