Dari luar kamar mandi yang pintunya nggak tertutup aku memandang tubuh semampai Bu Nita. Bokep jepang “Ayo sama-sama aku juga mau”, balasnya disela erangan kenikmatannya. Rupanya tingkahku itu diperhatikannya.Kami berpandangan lama, sayadi tempat duduk sedangkan Bu Nita dibibir tempat tidur. Seneng sih, tapi juga penuh tanda tanya. Posisi ini membuat ku bernafsu karena aku bisa menatap tubuh indah putih mulus dengan wajah yang cantik, sepuasnya. Happyku. Memang saya sering menatap Bu Nita disetiap kesempatan, apa lagi kalau sedang rapat kantor. Kupikir dia kesakitan, tapi ternyata tidak. Aku memberanikan diri untuk kepo bertanya,
“Ibu kok hari ini kelihatan kusut? Bu nita menggelinjang panas. dekat.. Kulitnya putih bersih, pantatnya berisi, bodynya kencang dan ramping. “Bener ya Ndy, puasin aku, sudah setahun aku nggak merasakan orgasme, suamiku sudah bosan kali sama aku”, bisiknya agak merintih lirih.Hanya berselang lima menit kugiring tubuh Bu Nita duduk diatas pinggulku. Lama kami bereksplorasi saling merangsang. Saya tau itu, Bahkan kamu sering curi-curi pandang menatapku kan?”, ditembak seperti itu aku jadi malu juga. Mudah-mudahan bisa berpengaruh di gaji nyari muka nih..hahaha..Sampai suatu hari, lagi-lagi ketika aku dipanggil menghadap, kulihat raut muka nya yang menegang dan kusut. Kupeluk tubuhnya kucium bibirnya. Perlahan dia berdiri dan menghampiriku. Tangannya menumpu di meja sementara badannya membungkuk. Dia itu kan kelas atas sementara aku karyawan biasa.















