“Catur , Den?” ujarnya.”halah…bosen, dari pagi main sama si Ujang, entar situ kalah lagi”, Bejo hanya nyengir mendengar jawabanku. Bokep jepang “Ibu jadi gak enak nih Den, jadi ngerepotin kamu”, katanya. “Saya panggilkan Teh Nining sebelah ya bu? Di sebelahnya, anakku telah terbangun, tengah asyik memainkan mobilannya sambil berbaring. Siang ini memang pikiranku tengah galau, mengenang peristiwa tadi malam dan pagi hari ini.Aku tinggal menumpang mertua di sebuah rumah sederhana di kampung perbatasan jakarta. “Ibu jadi gak enak nih Den, jadi ngerepotin kamu”, katanya. Ibu segera membenahinya dan mendekap sarung batik itu didadanya, dan aku seolah-olah tak melihat pemandangan indah itu kembali melanjutkan kerokan ku.Peluh mulai bercucuran di dahi ku, bukan hanya karena mengeluarkan tenaga tetapi juga menahan hasrat yang terpendam, setelah setahun berlalu tanpa sentuhan isteriku. “ah…ibu kan sudah seperti ibu saya sendiri”, jawabku sambil terus melapi leher, pundak hingga dada atasnya. Tawarku.“Gak usah, den, gak enak udah malam begini…mana hujan lagi”, jawabnya. Matanya mulai membuka. Mataku nanar menyaksikan bayangan belahan pantatnya dibalik celana dalam lusuh yang menipis akibat keseringan di cuci itu, mana berlubang di sana-sini menampakan kulit di belakangnya, desakan batang kontolku kian mendesak celana pendek yang kupakai, menciptakan semacam tenda kecil di antara selakanganku.Dengan tangan gemetar ku pelorotkan celana dalam ibu secara perlahan, hubungan mertua-menantu ke depan dipertaruhkan dalam















