Setiap aku melihat dia selalu aku lihat setiap geriknya, senyumnya, tawanya, selalu terbayang. ciumanku jatuh ke pahanya, ke bagian sensitif paha belakang sambil mengangkat kakinya ke atas. Bokep india akhirnya aku di bantu Mery lagi “Kamu tau nomor telepon atau kos Elvita Mer…”“Tidak dok…kita beda kos…kenapa gitu?”“mhh..atau dokter…hihihi…suka sama dia ya” sahutnya sambil tersenyum“tidak…cuma dia itu cekatan dan pintar…makanya saya suka sekali kalau diasisteni dia…lagian juga dia ngga akan mau sama aku ini”“Iya dok…banyak yang sudah mau khitbah dia..tapi dia tidak mau…dia mau selesaikan dulu kuliahnya…dia itu baik dan cantik lagi” sambil mengikuti langkahku di ruang persalinan“Kamu juga cantik…” aku mulai mengeluarkan racunku, kalau ga dapet yang poin 9 ya minimal 7 atau 8 juga tidak apa-apa. “Kamu mau aku bikin begitu…” sambilku melirik seorang ibu hamil yang kebetulan lewat. aku tempatkan telapak tangannya yang lembut di pipiku, sambil menatap wajahnya. aku mau minta tolong bantu persalinan lagi” kataku“Tidak tau dok…saya tidak dapat kabarnya” sahutnya sambil melihatku dengan sopan.Aku lihat Mery manis juga, berjilbab lebar sama dengan Elvita, walau tidak secantik Elvita, Mery bisa juga dikatakan high quality. Kini tangan kananku mengangkat jilbabnya ke atas, memberikan ruang agar kepalaku bisa masuk kedalamnya. Lalu aku renggangkan lebih luas lagi kakinya, dan aku menjilati vaginanya, aku temukan lubang ke wanitaan yang masih sempit namun berwarna















