Buuu…” desisnya.Bless!! Tapi kalau sama Ibu, masih boleh kan?” katanya pelan.Tiba-tiba aku sangat ingin memeluk anak ini.“Aku juga sayang kamu, Ndun. Bokep terbaru Eki menunduk menatap wajahku di bawahnya. Eki dengan kuatnya menggenjotku habis-habisan. Biasanya pengajian ginian bisa sampai jam 12 lho,”Kami lalu bercakap-cakap dengan seru sambil mendengarkan pengajian. Aku mengerang-erang tidak karuan. Eki sih oke-oke saja.Dia juga khawatir, walaupun dia sangat senang ketika masuk ke lubang pantatku.Untung aku dan suamiku juga kadang-kadang memakai kondom, sehingga aku tidak canggung lagi membeli kondom di apotik. Wajahnya melongo menatapku takut-takut. Tapi aku juga menyayangi Eki, bahkan seperti anakku sendiri. Tangan Eki terdiam di atas perutku.“Ndun, gimana perasaanmu lihat ibu-ibu yang lagi bengkak-bengkak kayak aku?” tanyaku memecah kesunyian.“Saya suka sekali, Bu..” jawabnya.“Kenapa?”“Ibu jadi makin cantik.” jawabnya dengan muka memerah.“Ihh.. Salah satunya karena gazebo itu juga dipergunakan sebagai perpustakaan untuk warga. Bibirku lalu mencium bibirnya.“Hssh..” kami berdua melenguh, lalu saling mengulum dan bermain lidah.Tangannya meremas dadaku. Agak lama suamiku membiarkanku menangis. Kedua payudara membesar.















