Tolong..!” jeritnya keras sambil berusaha meronta dan melawan dgn gigih saat seseorang dari mereka mulai mengangkat rok panjang yg dikenakan oleh Rosmeri.“Jangan..! Tumben mampir ke sini?” tambahku sambil melihat ke arah jam tanganku, saat itu sudah hampir jam sepuluh malam, tdk biasanya Rosmeri berani keluar malam-malam, pikirku heran.“Gua abis dari mall di depan, ngecek ATM, siapa tahu kiriman gua udah sampai, buat nalangin bayaran elu, tp ternyata belum sampai..” ujar Rosmeri dgn nada menyesal.“Thanks banget untuk usaha lu Ros.” ujarku sambil mengajaknya pulang.Kami berdua berjalan melewati ruangan billiard. Bokep indo Ah.” desahku sambil terus menggoyangkan pinggulku.Sementara di pojok ruangan, kulihat Rosmeri sedang berjuang dgn sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari keempat orang yg sedang menggumulinya. Di dalamnya terlihat CD-nya yg berwarna putih. Lalu dikulumnya k0ntolku sampai memerah.“Sekarang kamu masukin punya kamu ke sini, yah!” ucapnya sambil bergaya doggy style dan menunjuk lubang analnya. “Jangan keluar di dalam, Pak..!” gumamku pelan sambil menahan tubuhku yg berguncang saat laki-laki itu mulai memompaku. Selain itu Mas Tono belum menikah padahal umurnya sudah hampir kepala tiga. Tp kemudian rabaan-rabaan itu berhenti. Saat pintu kamar kubuka, ternyata Mas Tono sudah ada di dalam kamar.“Udah mandinya?” tanyanya.“Udah, seger banget Mas!” jawabku.“Sini dibajuin sama Mas Tono.”“Lepasin dulu handuknya, Jon!”Kulepaskan handuk dari tubuhku.















