Sampai nggak tega saya melihatnya. Bokep live Muka mesti dibedaki tebaltebal, sampai beda warna dengan badan. pekik saya waktu tangan Juragan yang besar menggenggam tetek saya.Wooh, Denok, empuk ya susumu, kata Juragan. Denok, kalau kamu mau kupegang, kutambah dua puluh ribu, yaKedua tangan saya dipegang Juragan, lalu pelanpelan diletakkan di samping badan saya. Gede sekali badannya, kalau dilihat di atas pasti saya ketutupan.Eh!? Beliau sudah tua, lebih tua daripada Simbok, mungkin umurnya sudah 50 atau 60 tahun. Duh, inikah yang namanya bisikan iblis? Dia nyuruh saya duduk di ranjang. Termasuk sekarang, waktu beliau sedang senggama dengan saya, sambil tampangnya khawatir. Bedak saya sampai luntur dan nempel di seprai ranjang Juragan. Ditambah lagi, uang habis untuk mbayar rumah sakit dan pemakaman, malah mesti berutang ke manamana.Saya nggak mampu mengadakan acara macammacam buat Simbok, hanya bisa mendoakan sendiri semoga arwah Simbok bisa tenang di alam sana dan ketemu lagi dengan Bapak. Dengan bermodal pakaian dan perlengkapan yang kami bawa dari kampung, serta radio tape bekas dan kasetkaset musik tradisional yang kami beli dari pasar loak dengan sisa uang, mulailah kami berdua menjadi penari jalanan.Waktu gadisgadis seumur saya yang di kota sedang siapsiap ujian akhir SMA atau menjalani tahun pertama kuliah, dan yang di desa menunggu dijodohkan oleh orangtuanya, saya mulai menjalani kehidupan baru, menjajakan keahlian















