… haahhh …Tante kamu apain?” bisik tante Ani dengan nadaterputus-putus. Bokep jepang Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala.“Wah kamu kampung boy banget sih.” candatante Ani. Maklum ibu adalah ‘business-mindedperson’. Jangan liat di sini.” candatante sambil menunjuk belahan dadanya. Kepala ogutrada berat.”“Kalo gitu stop minum dulu,biar ngga tambahpusing.” jawab tante Ani.Aku merasa tante Ani berusaha mencegahkuuntuk pulang ke rumah. Sekalianpelajaran pertama buat Bernas.” kata tante Ani.Tanpa berpikir ulang,aku mulai mendekatkanwajahku ke wajah tante Ani. Kalo yang ini males ah.” candaku. Akumengerti perasaan ayah,karena saat itukehidupan ekonomi keluarga masih sangat sulitdan ayah pada saat itu hanya seorang pegawaitoko di daerah Mangga Besar.Meskipun hanya pegawai toko biasa,ayahmemiliki bakat dan hobi mekanik yangberhubungan dengan mesin motor. Nggaseru kalo game-nya cepat habis kayak begini”kata tante Ani.Setelah meneguk wine-nya lagi,tante Aniterdiam sejenak kemudian tersenyum genit.Senyum genitnya ini lebih menantang daripadayang sebelum-sebelumnya.“Tante dare Bernas untuk … hmmm … ciumbibir tante sekarang.” tantang tante Ani.“Ahh,yang bener tante?” tanyaku.“Iya bener,kenapa ngga mau? Maklum aku masihtergolong remaja/pemuda yang gampangterbawa emosi. Jangan malu-malu!” serutante Ani girang.















