“Sejak ditawarkan job ini, gue lebih tenang, duit gue masuk terus, gue ga perlu lagi hirauin masalah lain…”, cerita Florensia sambil menyantap makanan. Bokep india “Ah, bisa saja…”, balas Karen. Dan mereka pun mulai akrab dari sana.***
Florensia juga awalnya tidak mengenal pekerjaan ini, ia hanya terlarut dalam kegalauan. Tanpa pikir panjang, Karen langsung menyanggupinya.Dengan iming-iming gaji yang besar, di mana Karen akan dibayar dengan bayaran yang lumayan perphotonya. “Mantap nih…”, balas Florensia.Beberapa menit kemudian setelah mereka puas menggunakan mulut dan tangan Karen untuk mengoral penis mereka bergantian, mereka pun mengambil scene baru. Karen shock karena tidak menyangka semua itu, kontrak yang ia tandatangi berisi persetujuan untuk mengambil video porno. “Lumayan nih, bisa buat isi pulsa selama beberapa bulan”, Karen sangat gembira, langsung saja uang tersebut ia tarik dan ia pakai untuk foya-foya.***
“Kamu dapat uang dari mana?”, tanya mama nya ketika Karen pulang sambil membawa martabak telur yang ia beli untuk keluarganya. “Mantap palak lu”, potong Florensia. ***Sore itu pun Karen langsung ke alamat yang disebutkan gadis penerima telepon itu.















