Ternyata kenyataan tak sesuai dengan apa yang kuimpikan. Bokep live “Aduh, Mi… Abi kan sibuk sekali hari ini. Ummi kan muntah-muntah terus, ini badan rasanya tak bertenaga sama sekali,” ucap isteriku diselingi isak tangis. Ditambah lagi aroma bau busuknya yang menyengat, karena berhari-hari direndam dengan deterjen tapi tak juga dicuci. Sedang aku terlalu sering ngomel dan menuntut isteri dengan sesuatu yang ia tak dapat melakukannya. “Ini dia mujahidah (*) ku!” pekik hatiku. Aku benar-benar menjadi malu pada Allah dan Rasul-Nya. “Ah, betapa manisnya wajah istriku ketika sedang kegirangan… kenapa tidak dari dulu kulakukan menjemput isteri?” sesal hatiku.******Esoknya aku membeli sepasang sepatu untuk isteriku. Sementara teman-temannnya bersepatu bagus.“Maafkan aku Maryam,” pinta hatiku.“Krek…,” suara pintu terdengar dibuka. Baru juga pulang sudah ngomel-ngomel terus. Kalau sudah begitu, aku yakin pasti air matanya merebak.*******Sepekan sudah aku ke luar kota. Ah, semuanya indah-indah dan kelihatan harganya begitu mahal. Abi tak tahan kalau makan terus menerus seperti ini!” Jawabku masih dengan nada tinggi.Mendengar ucapanku yang bernada emosi, kulihat isteriku menundukkan kepala dalam-dalam. Ketika tahu hal itu, senyum bahagia kembali mengembang dari bibirnya.















