Tanpa memberiku kesempatan untuk beristirahat, Nyonya Hana langsung mengambil tali dan mengikat kedua tanganku di puncak tiang seperti keadaan tadi malam. Bokepviral Punggungku kembali terasa sakit karena luka cambukan semalam belum sembuh. Kebetulan aku yang mengangkatnya. Setidaknya tidak seperti kamu. Aku melumuri seluruh badanku dengan lumpur termasuk wajahku. Tapi bagaimanapun juga aku berusaha untuk bangun. Aku sangat capek saat itu. Aku hanya bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi berikutnya.Tiba-tiba. Tentu saja aku tidak dapat menolak. Nah, sekarang tidurlah seperti seekor anjing..!”Nyonya Hana kemudian meninggalkanku sendirian di kandang anjing. Setidaknya tidak seperti kamu. Bahkan lebih rendah dari anjing piaraannya.Setelah makan, aku kembali dibimbing oleh Nyonya Hana menuju kamar mandi. Aku sering membayangkan suatu keadaan dimana aku dicaci, dihina, direndahkan, dan disiksa secara sadis oleh seorang wanita.Saat aku menginjak semester delapan, aku mendaftarkan diri pada sebuah situs BDSM dan berhasil berkenalan dengan seorang wanita berusia 30 tahun yang suka menjadi dominan. Rasanya sakit sekali. Keringatku membasahi tubuhku dengan deras membuatku semakin lemas.Sementara itu, punggungku terasa amat sakit akibat cambukan dan bagian depan tubuhku dan daerah sekitar kemaluanku masih memerah akibat siksaan panas lilin tadi malam. Pada tetesan yang entah ke berapa puluh kalinya, Nyonya Hana kemudian mengarahkan lilinnya ke anusku.















