Aku dilanda kegalauan yang amat sangat, beberapa teman menyarankan untuk aborsi. Bokep terbaru Tapi tidak…aku selalu diajarkan untuk menghargai kehidupan, bagaimanapun yang sedang tumbuh di rahimku ini adalah makhluk tak berdosa, ia hanya korban kekhilafanku, aku tidak akan mengambil langkah itu. Setelah itu, ia menggenggam tanganku mengajakku ke pos satpamnya, karena situasi sangat sepi, kami berani berjalan lambat melintasi bagian depan dealer. Setelah mendapat kembali kekuatanku, aku kembali berpakaian dan berbenah diri bersiap untuk pulang. Setelah melepaskan jarinya, kami kembali bercumbu panas, kami saling mengulum bibir masing-masing, lidah kami terus mengadu lincah. Ia melucuti blazerku dan menjatuhkannya di bangku panjang di pinggir ruang itu, kemudian mulai mempreteli kancing kemejaku. Ia segera menghampiri diriku, kurasakan suara langkah kakinya semakin dekat. Tak lama ia berkata…
“Puas banget malem ini, Non gimana?“ tanyanya sambil memilin putingku
“Saya juga puas banget Pak, ini rahasia kita aja yah Pak jangan ada yang tau” kataku
“Pasti lah Non, bisa gawat kita kalau ketahuan kan” katanya yakin, “kalau kita main sekali lagi masih pengen gak Non?”
“Boleh… siapa takut”, aku tersenyum nakal, kuakui nafsu seksku memang tinggi, kadang ex-boyfrienku pun kelabakan untuk memuaskanku, maka kini mumpung ada kesempatan aku juga ingin memuaskan diri apalagi setelah stress akibat pekerjaan.















