Dearest Blue Episode 01 – Animasi Dewasa Yang Menggoda

Melihat muka Bram yang tambah panik, Tia memberanikan diri untuk agresif. Bram cuek.“Gak mau.”“Mas Braamm…”Bram maju. Bokep jepang Muka pelacur yang habis dientot. Citra, yang sudah kenal duluan dengan Tia sebelum Tia mengenal Bram, pernah bilang dia iri dengan tubuh Tia yang lebih sintal daripada tubuhnya sendiri. Tangannya memegang tangan Tia. “Udahan, nih?”Sekarang gantian Tia yang kaget. Gak enak sama mereka kalau sampai… cerai.”“Nggak!” jerit Tia. Kebetulan warna kulit Tia coklat muda. Penyakit lama, nih”.Tia agak kesal melihat kakak iparnya—merangkap pemilik salon tempat mereka berdua ngobrol—‘biasa saja’ melihat foto-foto perempuan lain yang membikin Tia dan Bram bertengkar dua hari lalu. Walau ada yang cemong sedikit gara-gara mukanya tadi digagahi, bibir Tia masih merah, maskaranya belum luntur, bedaknya masih ketebalan. Sekarang semua foto itu sudah hilang dari HP Bram (tapi pindah ke tempat-tempat lain, tentu saja). Yang jelas dong?”Tia terdiam sebentar lalu berkata, “Masukin kontolmu ke memekku Mas…” dengan malu-malu.“Bagus… kamu udah bisa ngomong kayak mereka,” celetuk Bram, sambil menyodok memek istrinya.Tia tidak menjawab, dan cuma mendesah karena nikmat. Dia tidak tahu apakah Bram suka atau tidak. Hingga malam itu kehidupan seks Tia dan Bram relatif monoton; mereka biasanya cuma berhubungan seks biasa, sekadar bermesraan, petting, setubuh dengan posisi normal, tak banyak variasi. Kakak iparnya itu sudah merokok sejak SMA, dan kadang-kadang Tia mengira

Dearest Blue Episode 01 – Animasi Dewasa Yang Menggoda